Sosialisasi SIMKARA di Wilayah Kedu

Koordinatorat Pengadilan Agama di wilayah eks Karesidenan Kedu, Jumat (03/08/2018) mengadakan sosialisasi aplikasi SIMKARA (Sistem Informasi Manajemen Perkara) yang diikuti oleh Ketua, Panitera, Sekretaris, Perwakilan Hakim, Perwakilan Panitera Pengganti dan Admin seluruh Pengadilan Agama di Wilayah Kedu. Aplikasi SIMKARA sendiri adalah sebuah inovasi yang diciptakan oleh Pengadilan Agama Banjarnegara yang diharapkan untuk dapat dipakai secara lokal oleh seluruh Pengadilan Agama di Jawa Tengah.

Bertindak sebagai tuan rumah adalah Pengadilan Agama Magelang, yang memilih Hotel Trio sebagai lokasi tempat pelaksanaan sosialisasi. Sebagai narasumber adalah Drs. H. Nur Amin, M.H. (Hakim Pengadilan Agama Banjarnegara) dan Surachman, A.Md (Tim IT Pengadilan Agama Banjarnegara). Acara ini dibuka oleh Dra. Hj. Mahmudah, MH, Ketua Pengadilan Agama Temanggung sekaligus Koordinator Wilayah Kedu sekira pukul 09.00 WIB dan setelahnya segera digantikan oleh narasumber untuk mengisi materi.

Aplikasi SIMKARA ini secara resmi telah dilaunching oleh Ketua Kamar Agama MA RI Dr. H. Amran Suadi, SH., MH, MA 8 Mei 2018 di Lorin Hotel Solo. Fungsi utamanya adalah sebagai pendukung penggunaan aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara). Berawal dari kegelisahan para Hakim dan Panitera Pengganti yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi SIADPA (Sistem Administrasi Perkara) dan harus beralih menggunakan SIPP, masih banyak diantara mereka kesulitan menggunakan aplikasi tersebut. Hal itu sangat wajar karena SIADPA sudah digunakan sejak tahun 2008 sehingga sudah sedemikian hafal para user Pengadilan menggunakannya, sementara SIPP masih baru seumur jagung. Apalagi banyak konten-konten yang masih dalam pengembangan yang pada akhirnya membuat para admin daerah berkreasi membuat pendukung-pendukung untuk mempermudah kerja.

Pada aplikasi SIMKARA, seperti yang disampaikan oleh Drs. H. Nur Amin, M.H. user dapat dengan mudah mengkreasikan dokumen BAS maupun putusan sesuai dengan kebiasaan yang sudah ada. Artinya kompleksitas persidangan yang menghasilkan berbagai varian BAS maupun Putusan yang tidak dapat diakomidir pada blangko standar SIPP, dapat diakomodir para aplikasi SIMKARA ini. Yang penting syaratnya adalah Panitera dan Hakim duduk bersama mendiskusikan blangko yang dikehendaki dan mendampingi admin untuk dituangkan dalam bahasa pemrograman. Setelah data diinput pada SIMKARA, otomatis data akan terekam pada database SIPP juga

Para peserta cukup antusias mengikuti acara ini. Pada dasarnya semua Pengadilan Agama di Jawa Tengah sudah menggunakan aplikasi ini walaupun masih belum terlalu optimal. Momen ini digunakan bagi para pengguna untuk menyampaikan unek-unek terkait dengan penggunaan dan pengembangan aplikasi, juga jadi ajang sharing para admin untuk mengatasi kendala-kendala teknis yang muncul.